Halloween party ideas 2015


Banda Aceh - Fakultas Sains & Teknologi (Saintek) terlihat sepi dari parkiran. Hanya ada beberapa sepeda motor di sisi kanan. Dari depan, terparkir rapi beberapa mobil. Sedangkan di sisi kiri, mobil dan sepeda motor terparkir jarang-jarang.

Hari itu, menjelang lebaran Idul Adha, ada suasana berbeda di wajah dan jantung kampus UIN Ar-Raniry. Beberapa orang hilir mudik dari depan lobi fakultas tersebut. Mereka semuanya mengaku mahasiswa baru yang ingin melihat-lihat kampus tempat mereka belajar, setelah ditanyai. Pekan budaya dan Akademik tinggal hitung hari memang saat itu. Wajar saja kampus dipadati mahasiswa baru.

Nun di sana, sebelah kanan dari lobi, tampak beberapa orang sedang berdiri di depan sebuah ruang. Tampaknya mereka bukan mahasiswa baru. Wajah mereka menyiratkan ketenggangan. Usut punya usut, ternyata ada mahasiswa sedang melaksanakan sidang kelulusannya. Sekilas terlihat dari kaca jendela di sana terpapar rapi gambar-gambar bangunan dan di meja berdiri maket bangunan yang indah. Di dalam seorang mahasiswi sedang menjelaskan perancangannya. Ia sedang memperjuangkan gelar S. Ars-nya, sarjana arsitektur.

Fakultas Saintek baru saja dibuka beberapa tahun belakangan ini. Dan belum melahirkan alumni. Setelah melihat sidang itu, adalah sebuah tanda bahwa tahun ini Fakultas Saintek akan melahirkan alumni.

Hal itu menjadi tanda tanya, membuat penasaran dan Sumberpost langsung mewawancarai ketua prodi jurusan tersebut. Adalah Muamar Yulian, ia menegaskan bahwa dua mahasiswi dari prodi arsitektur akan segera lulus.

"Apa yang dicapai Muna dan Putri adalah sebuah kerja keras yang sangat luar biasa. Mereka benar-benar kuat untuk melakukan ini. Sebab, tugas akhir di program studi arsitektur sangatlah berat, selain harus menyiapkan tugas akhir dalam bentuk tulisan, mereka juga harus menyiapkan gambar kerja dan maket perancangan. Semua sangat berat, saya bangga mereka bisa menyelesaikannya di luar dugaan kami", ujarnya dengan bangga.

Kulihat di jurusan ini memang berat, beberapa situs pendidikan dunia memaparkan hasil survei tentang jam kerja sebuah program studi. Alhasil, Program Arsitekturlah yang paling banyak merampas waktu, 22 jam. Namun, Muna dan Putri mampu melewati itu semua dan keluar sebagai pembuka peta kelulusan di Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry.

Sebuah senyuman hadir saat pintu ruang tersebut dibuka. Mimik wajah dua mahasiswi itu bercampur aduk, bahagia, sedih, dan terharu. Dari mata mereka menyiratkan sebuah perjuangan bahwa mereka telah mengarungi malam yang begitu panjang. "Gak rugi begadang selama seminggu", celoteh salah satu teman yang hadir di situ.

Muna dan Putri, mereka mengaku semua ini mereka lakukan untuk meningkatkan akreditasi prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry. Mereka terus berjuang, meskipun rasa nyerah bersahabat dengan lelah.

"Jujur saya nggak nyangka bisa lulus tepat waktu. Setahun ngerjain tugas akhir, terasa beban ini gak ada habisnya. Seperti hidup untuk tidak tidur", kata Muna dengan senyum tulus, bahagia dan terharu.

Terkadang, Perjuangan adalah pesan. Tak mudah bagi Putri dan Muna sampai ke pulau idaman. Tak mudah pula menjadi angkatan pertama. Putri, Muna, dan teman-teman seangkatannya harus melihat mata angin dengan jeli, berjuang mendayung untuk mendapatkan referensi dan contoh yang akan dipercontohkan oleh adik-adik mereka nantinya.

"Menjadi anak pertama tidaklah mudah. Energi yang saya dan teman-teman seangkatan keluarkan juga harus lebih. Karena saya yakin, kinerja hasil kami akan dilihat oleh adik-adik kami nantinya. Itu juga alasan saya terus memperjuangkan ini secepatnya dan alhamdulillah bisa tepat waktu", sambung Putri.

Mereka berdua telah berhasil menjadi contoh teladan di Prodi tersebut. Mereka pun berpesan agar adik-adik di prodi Arsitektur agar jangan mudah menyerah pada keadaan. "Kalau udah  suntuk kali, keluar cantik refreshing dan jangan lama-lama", pesan Putri.

Hari itu, ada secercah cahaya yang menyinari prodi yang berserakan dengan maket dan meja hias karya mahasiswa. Pesta kemenangan telah tiba, Putri dan Muna menghiasi pesta itu dengan berpose dengan teman-temannya.

Pak Muamar melanjutkan, bahwa mereka akan diberi pengarahan. Beliau juga berterima kasih secara pribadi maupun atas nama prodi kepada keduanya. Dan keduanya akan mengikuti wisuda tanggal 6 September mendatang.

Reporter: Adli Dzil Ikram
Diberdayakan oleh Blogger.