Halloween party ideas 2015

Muna (kiri) dan Putri (kanan) berpose saat acara wisuda UIN Ar-Raniry

Banda Aceh - Arsitektur UIN Ar-Raniry kini berumur genap empat tahun. Atas kegenapan tersebut pula Arsitektur UIN Ar-Raniry melahirkan dua lulusan. Adalah Nailul Muna dan Putri Maulidia Nasas yang keluar sebagai pemenang dalam peta kelulusan di prodi tersebut.

Setelah perjuangan panjang selama empat tahun, akhirnya mereka di wisuda, Kamis, (06/9). Mereka berdua tercatat dalam sejarah di prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry sebagai lulusan pertama. Selain itu, mereka diharapkan menjadi lulusan Arsitektur yang berwawasan Islam.

Sebagaimana mereka belajar selama ini tidak lepas dari keislaman. Muna dan Putri telah berhasil lulus dengan IPK tinggi, 3,67 dan 3,68. Adapun Judul Skripsi yang mereka tulis, Pusat Terapi dan Pengembangan Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus, Sedangkan Putri, Aceh Coffee Exhibition Center.

Dalam hal ini, Muna menyampaikan bahwa ia senang bisa belajar arsitektur dengan prinsip-prinsip islam. "Tapi kami juga belajar teori-teori arsitektur Barat, Romawi dan Yunani," ujarnya.

Sementara itu, Muammar Yulian selaku ketua prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry menyampaikan, ia sangat bangga atas kelulusan mereka berdua. "Saya harap ini bisa menjadi kekuatan untuk kita meningkatkan akreditasi kampus," katanya.

Reporter: Adli Dzil Ikram

Maba Arsitektur
Banda Aceh- Sebanyak 120 Mahasiswa Baru Prodi Arsitektur UIN Ar-Raniry Dilatih membuat maket dari barang bekas saat berlangsungnya PBAK 2018 di Prodi tersebut, Jum'at, (31/08/2018).

PBAK UIN Ar-Raniry berlangsung selama tiga hari. Dan dibagi menjadi 3 bagian, hari pertama untuk Universitas, hari kedua untuk fakultas, dan hari ketiga untuk prodi.

Ketua himpunan Arsitektur UIN Ar-Raniry, Lutfi Maryudi mengatakan Maba dilatih membuat maket dari barang bekas untuk mengurangi sampah yang ada di sekitaran sekretariat Arsitektur.

"Banyak sampah di sekret pasca liburan. Jadi kami memanfaatkan itu", ujarnya.

Selanjutnya, Muhammad Aziz selaku yang menata konsep acara mengatakan hal ini untuk membentuk karakter para Maba.

"Hal ini untuk kemandirian. Bahwa sebagai seorang arsitektur, kita bisa membuat hal jelek menjadi indah. Dan kami selalu menanamkan pada Maba untuk menghargai yang tua, menyangi yang muda, dan sayangi bersama," katanya.

Adli Dzil Ikram
Diberdayakan oleh Blogger.